MAA For Yogya

Sabtu pagi, 27 Mei 2006 Musibah gempa berkekuatan 5.9 Skala Richter mengguncang bumi Jogjakarta dan Jawa Tengah. Ribuan saudara kita menjadi korban…
Atas inisiatif dan kepedulian rekan-rekan karyawan MAA Assurance ( ForSIMAA & Tali Putih MAA Peduli ) maka hari senin 29 Mei 2006 ( 2 hari setelah gempa ) kami mengadakan pengumpulan dana bagi korban gempa di Yogya dan Jateng.
Alhamdulilah terkumpul dana dari :
1. Karyawan MAA : Rp. 2.756.000,-
2. Tali Putih MAA Peduli : Rp. 2.000.000,-
3. Management MAA : Rp. 5.000.000,- ( Donasi u: korban gempa Rp. 2.500.000,- + Akomodasi ke Yogya Rp. 2.500.000,- )
Total Sumbangan yg diterima Rp. 9.756.000,-
Semua hasil sumbangan tersebut dibelikan : Mie Instan, air mineral, sarung, selimut, terpal, susu cair, biskuit, pembalut wanita, obat-obatan, lampu tempel dan alat2 tulis.
Pada tanggal 9 Juni 2006 sumbangan tersebut langsung dikirim oleh Tim MAA for Yogya ke lokasi gempa didaerah yogya tepatnya di wilayah bantul dan desa mangunan dengan menggunakan 2 mobil.
Kondisi lokasi yang tim MAA datangi sangat memprihatinkan. 90% bangunan rumah dan sekolah hancur total. Sebagian besar penduduk kini hidup dari bantuan yang diberikan relawan. Tim MAA mendatangi lokasi desa yang jarang terjamah oleh bantuan, dan saat kami tiba disana sekolah di lokasi Desa Mangunan yang berada dipegunungan mengalami kerusakan total sehingga murid yang berjumlah sekitar 200 orang tersebut harus belajar di tenda barak yang disediakan oleh pemerintah.
Sebagian besar korban yang kami datangi harus memakan mie instan setiap harinya atau 3 x sehari untuk mengganjal perut mereka, Karena minimnya bantuan berupa beras. Oleh sebab itu yang mereka perlukan untuk kelangsungan hidup mereka misalnya Sembako, Alat pertukangan, Susu Bayi, Tenda, Alat masak, Selimut, Vitamin dan proses pemulihan psikologi.
Mereka juga trauma terhadap gempa susulan yang kerap terjadi dimalam hari terutama anak-anak. Kondisi phikis dan psikologi mereka mengalami gangguan. Disalah satu Desa yang Tim MAA datangi mengalami korban jiwa meninggal sebanyak 5 orang yang terdiri dari orang tua dan anak-anak.
Mungkin belum cukup apa yang kita berikan untuk mereka, seperti hanya setitik hitam diatas kertas putih. Tapi setidaknya kehadiran dan perhatian dari kita terutama di desa terpencil sangat membantu pemulihan jiwa bagi korban. Baca Selanjutnya...
























